Fosil nenek moyang ular berkaki empat ditemukan

Dugaan menurut teori evolusi bahwa nenek moyang ular dulu berkaki tampaknya terbukti dengan ditemukannya fosil nenek moyang ular berkaki empat di Brasil.

Fosil yang diduga nenek moyang ular berkaki empat ditemukan oleh David Martill dari Universitas Portsmouth ini memang memilik empat kaki kecil, dua di tubuh bagian depan dan dua di bagian belakang dekat ekor.

Fosil nenek moyang ular berkaki empat ditemukan 1

Martill menyebut ular ini sebagai Tetrapodophis (artinya ular berkaki empat). Jenis ini diperkirakan masuk dalam kelompok Archaeopteryx dari kelompok Squamata. Archaeopteryx adalah kelompok fosil yang diduga peralihan dari Dinosaurus ke ke kelompok burung (Aves). Sedangkan kelompok Squamata adalah kelompok hewan reptil bersisik seperti ular dan kadal.

Fosil nenek moyang ular berkaki empat ditemukan 2

Fosil nenek moyang ular berkaki empat ditemukan 3

Fosil nenek moyang ular berkaki empat ditemukan 4

Menurut teori evolusi ada dua konsep yang menjelaskan asal usul evolusi ular. Pertama, ular berevolusi di laut, kemudian diduga melakukan adaptasi pindah habitat ke darat. Hipotesis ini menjelaskan kemungkinan hubungan antara ular sekarang dengan reptil laut yang telah punah yang disebut Mosasosaurus, yaitu reptil laut perenang yang pernah eksis di jaman Jurassic.

Konsep evolusi kedua menyatakan bahwa ular berevolusi dari kadal penggali. Karena kebiasaan beradaptasi dengan jalur sempit dalam tanah, para kadal ini kemudian kehilangan kaki mereka. Tampaknya Thetrapodophis mendukung konsep kedua, karena ia tidak punya kemampuan adaptasi untuk berenang, dan morfologi kaki lebih cocok untuk menggali.

Jadi konon, nenek moyang ular dulu adalah kelompok kadal penggali yang berkaki empat. Sejalan proses evolusi ada keturunan kadal ini yang memisah menjadi moyang ular, berupa ular berkaki empat. Sejalan waktu, dua kaki depan hilang, lalu dua kaki belakang juga hilang. Jadilah ular sekarang yang tidak punya kaki.

Masalah evolusi seperti contoh di atas hanyalah upaya manusia untuk mencari jawaban atas apa yang dilihatnya. Manusia berusaha mencari jawaban dengan segenap keterbatasan kemampuan pikirannya.

Bagaimana menurut Anda?