Virus : Ciri dan Peranan (2)

Posted on
Posting ini sudah dibaca 12543 kali

Dulu saya telah ceritakan mengenai sejarah penemuan virus. Sekarang kita akan membahas mengenai ciri dan peranan virus.

Virus memiliki sifat yang sangat berbeda dibandingkan dengan mikroorganisme yang lainnya. Perbedaan yang sangat mencolok adalah: virus memiliki ciri sebagai benda tak hidup, yaitu bisa dikristalkan. Dalam kondisi seperti ini virus dalam keadaan inaktif dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Namun begitu berada dalam tubuh makhluk hidup lain, ia mampu ‘hidup’ kembali dan menginfeksi sel-sel hidup dengan satu tujuan: reproduksi. Inilah sebabnya virus disebut sebagai metaorganisme, artinya organisme peralihan dari benda tak hidup ke benda hidup.

Berikut ini adalah ciri-ciri utama virus.

1. Ciri sebagai makhluk hidup

  • Memiliki hanya salah satu asam nukleat, yaitu DNA atau RNA saja. Materi genetis virus ini dibungkus oleh suatu protein yang disebut kapsid. Kapsid dibangun oleh subunit-subunit yang identik satu sama lain yang disebut  kapsomer. Bentuk kapsomer-kapsomer ini sangat simetris dan suatu saat dapat mengkristal. Pada beberapa virus, seperti virus herpes dan virus influenza, terdapat pula sampul atau envelope dari bahan lipoprotein (lemak dan protein). Pembungkus ini sebenarnya merupakan membran plasma yang berasal dari sel inang virus. Virus yang materi genetisnya terbungkus oleh kapsomer disebut virion atau partikel virus.
  • Bisa melakukan reproduksi (proliferasi) hanya dalam sel atau jaringan hidup. Virus tidak dapat dibiakkan pada sekerat daging atau pada medium agar-agar seperti bakteri. Jadi virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar sel-sel/jaringan hidup. Mengapa? Karena virus bukan sel. Jadi tidak memiliki organel-organel seperti sel normal lainnya. Itu sebabnya ia hanya bisa hidup dalam sel hidup untuk ‘meminjam’ organel sel hidup tersebut.

2. Ciri sebagai benda tak hidup

  • Virus bisa dikristalkan dan dapat juga dicairkan kembali.
  • Virus bukan sel karena tidak memiliki sitoplasma dan organel-organel sel, sehingga tidak mampu melakukan metabolisme mandiri.

Virus berukuran sekitar 20 – 30 nanometer (nm), 1 nm = 1/1.000.000.000 meter. Ukurannya rata-rata 50 kali lebih kecil dari bakteri sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Ingat bahwa Iwanovski
dan Beijerinck yang melakukan eksperimen dengan menyaring ekstrak daun tembakau yang terkena penyakit mosaik, ternyata virus tetap lolos dari saringan bakteri, sedangkan bakteri tersaring karena ukurannya lebih besar daripada virus.

Bakteriofage

Bakteriofage (baca: bakteriofah) adalah virus yang suka menyerang bakteri (bacterion = bakteri – fage = makan). Ada bermacam-macam bentuk virus, tetapi bakteriofage inilah yang dianggap memiliki bagian-bagian tubuh yang lengkap dibandingkan bentuk yang lain. Umumnya bakteriofage sering menginfeksi bakteri Escherechia coli. Lihat gambar.

Jika diamati, tubuh bakteriofage tersusun atas kepala, ekor, dan serabut ekor. Kepala merupakan yang berbentuk polyhedral (segi banyak), di dalamnya terdapat materi genetis DNA atau RNA. Dari kepala muncul selubung memanjang yang merupakan ekor virus. Kepala dan selubung inilah yang disebut kapsid. Ekor ini bertugas sebagai alat penginfeksi dan berfungsi sebagai penerima rangsang atau reseptor yang digunakan untuk mengenali permukaan dari sel tertentu yang akan diserang.

Pada bagian dasar ekor terdapat banyak serabut ekor. Bagian ini berfungsi dalam menyerang sel bakteri dan membantu menginjeksikan DNA/RNA ke dalam sel bakteri.

Peranan virus

Bisa dikatakan, semua virus menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Beberapa penyakit tumbuhan yang disebabkan virus diantaranya:

  • Tobacco mosaic virus (TMV) adalah virus yang menyebabkan penyakit pada tembakau dan tumbuhan anggota suku terung-terungan (Solanaceae) lain. Gejala yang ditimbulkan adalah bercak-bercak kuning pada daun yang menyebar seperti mosaik. 
  • Virus Tungro, menyebabkan penyakit tungro, yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman padi. Penyakit ini paling efektif ditularkan oleh wereng hijau (Nephotettix virescens).
  • Citrus Phloem Vein Degeneration (CPVD), penyakit ini merusak pembuluh floem pada tanaman jeruk sehingga menyebabkan kematian tanaman.

Virus juga banyak menyebabkan penyakit pada manusia. Umumnya virus yang menyerang hewan bisa juga menyebabkan penyakit pada manusia. Berikut adalah contoh-contoh virus yang menyebabkan penyakit pada manusia.

Gravatar Image
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru / tentor pelajaran Biologi SMA. Ia juga seorang blogger aktif yang telah banyak menulis berbagai tutorial tentang blogging, komputer, dan teknologi. Karena kesibukannya mengurusi berbagai bisnis online, ia telah beristirahat dari kegiatan mengajar. Namun karena kecintaannya terhadap pelajaran Biologi, ia masih menyempatkan diri mengelola Biologi Media Centre ini.