Daftar ISI BMC

open all | close all

Ingin tanya sesuatu tentang pelajaran Biologi? Klik aja link di bawah ini!

Ingin berlangganan artikel BMC?

Daftarkan email Anda. Notifikasi akan dikirim setiap ada artikel baru.

Masukkan email Anda:

Delivered by FeedBurner

     Science Blogs Protected by Copyscape Online Plagiarism Tool

Sistem Ekskresi (4): Sistem ekskresi pada manusia (ginjal) + video

banner thera network Sistem Ekskresi (4): Sistem ekskresi pada manusia (ginjal) + video

Ginjal merupakan organ ekskresi yang utama, berjumlah sepasang, dan terdapat dalam rongga perut di dekat tulang-tulang pinggang. Berbentuk seperti kacang ercis dengan panjangnya lebih kurang 10 cm. Fungsi ginjal yang utama adalah menyaring darah sehingga menghasilkan urine. Di dalam urine terdapat zat sisa/zat berlebih yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh, misalnya:

  • protein-protein asing yang masuk ke dalam tubuh.
  • zat-zat hasil katabolisme seperti urea, asam urat
  • bermacam-macam garam
  • gula darah yang melebihi batas normal

Selain itu ginjal juga berfungsi sebagai organ homeostasis, yaitu organ yang berfungsi menjaga keseimbangan berlangsungnya proses fisiologi dalam tubuh, misalkan dengan cara mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraselular dan mempertahankan keseimbangan asam dan basa.

Anatomi ginjal

Bila ginjal dibelah membujur akan tampak bagian kulit (korteks) dan sumsum ginjal (medulla). Setiap ginjal disusun oleh jutaan nefron (alat penyaring) yang terdapat di dalam korteks. Nefron ini berfungsi untuk menyaring darah hingga terbentuk urine.

anatomi ginjal Sistem Ekskresi (4): Sistem ekskresi pada manusia (ginjal) + video

Anatomi ginjal manusia

Bagian-bagian nefron:

a.     Badan Malpighi (badan renalis) yang terdiri atas:

  • glomerulus
  • kapsula Bowman (simpai Bowman)

b.    Tubulus kontortus, terdiri atas:

  • tubulus kontortus proksimal
  • tubulus kontortus distal
  • tubulus kolektifus
  • lengkung Henle ascenden (naik) dan descenden (turun).

Dari setiap ginjal keluar saluran yang disebut ureter, yang berfungsi untuk menyalurkan urine ke kandung kemih (vesica urinaria). Pada pangkal ureter terdapat ruang ginjal atau pelvis renalis yang merupakan tempat bermuaranya tubulus kolektifus. Bila kandung kemih telah penuh, urine akan dikeluarkan melalui saluran yang disebut urethra.

Proses pembentukan urine

Proses pembentukan urine melalui 3 langkah utama sebagai berikut:

a.    Filtrasi

Glomerulus yang terdapat pada kapsula Bowman menyaring darah (filtrasi) sehingga dihasilkan filtrat glomerulus (urine primer). Di dalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh, seperti glukosa, garam-garam, dan asam amino.

b.    Reabsorbsi

Di dalam tubulus kontortus proksimal zat-zat dalam urine primer yang masih berguna akan diserap kembali (direabsorbsi). Peristiwa ini masih terjadi sampai pada lengkung Henle. Dari peristiwa ini dihasilkan filtrat tubulus atau urine sekunder.

c.    Augmentasi

Pada tubulus kontortus distal ditambahkan zat-zat yang sudah tak berguna dan hendak dibuang (augmentasi), misalnya kelebihan obat, kelebihan vitamin, dan lain-lain. Di tempat ini sudah terbentuk urine sesungguhnya yang selanjutnya disalurkan ke tubulus kolektivus, terus ke pelvis renalis. Dari pelvis renalis, urine mengalir melalui ureter dan ditampung sementara di kandung kemih. Bila kandung kemih telah penuh timbullah rangsangan untuk buang air kecil, dan urine dikeluarkan melalui urethra.

nefron ginjal Sistem Ekskresi (4): Sistem ekskresi pada manusia (ginjal) + video

Proses pembentukan urine pada nefron ginjal.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah urine yang dikeluarkan, diantaranya sebagai berikut:

  • jumlah air yang diminum
  • pengaruh sistem saraf
  • antidiuretik hormon (ADH). Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar hipofisis posterior. Kelebihan ADH dalam darah akan menyebabkan peningkatan proses reabsorbsi air, sehingga urine yang terbentuk menurun. Bila terjadi kekurangan ADH dalam darah, maka tubulus kontortus akan mengalami penurunan proses reabsorbsi air, sehingga dihasilkan urine yang banyak, keadaan ini disebut diabetes insipidus.
  • banyaknya garam yang harus dikeluarkan, dan
  • aktivitas

Silahkan simak video pembentukan urine di bawah ini:

Silahkan baca juga:
Sistem Ekskresi (1): Sistem ekskresi pada hewan rendah
Sistem Ekskresi (2): Sistem ekskresi pada Vertebrata
Sistem Ekskresi (3): Sistem ekskresi pada manusia
Sistem Ekskresi (4): Sistem ekskresi pada manusia (ginjal)

8 comments to Sistem Ekskresi (4): Sistem ekskresi pada manusia (ginjal) + video

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>