Rahasia batas umur manusia ditemukan

Posted on
Posting ini sudah dibaca 12594 kali

imageKemajuan Biologi di abad ini memang mencengangkan. Setelah beberapa tahun lalu teknologi cloning mencuat dan telah menjadi bisnis miliaran dolar, sekarang ditemukan sebuah teknik baru untuk mengetahui rahasia batas umur manusia.

Mengetahui panjang usia seseorang selama hidup di dunia tampak mustahil. Apalagi kalau konsep dalam sains dilarikan ke masalah dogmatis: yang mengetahui rahasia batas umur manusia hanyalah Tuhan. Namun, kemajuan di bidang Biologi memungkinkan memprediksi umur seseorang melalui panjang suatu bagian ujung kromosom yang disebut telomere. Ini merupakan sebuah terobosan baru yang bisa memungkinkan Anda tahu berapa lama bisa bertahan hidup. Dengan biaya £435 atau sekitar Rp 6 juta, tes panjang usia lewat serangkaian uji DNA ini akan mulai ditawarkan di Inggris akhir tahun 2011.

Para ilmuwan Biologi menjelaskan bahwa telomere merupakan indikator penting terkait kecepatan penuaan (aging) seseorang. Individu dengan telomere lebih pendek dari ukuran normal, cenderung meninggal di usia lebih muda, dibandingkan pemilik telomere lebih panjang. Tapi, tes ini belum bisa memprediksi jumlah pasti bulan dan tahun kapan seseorang akan meninggal dunia. Namun pengujian lanjutan telomere akan terus dilakukan dalam lima atau 10 tahun ke depan.

Dari hasil penyelidikan kromosomal ternyata ditemui bahwa pada setiap peristiwa pembelahan sel akan terjadi pemendekan telomere. Telomere adalah suatu pengulangan sekuen DNA yang biasa didapati diujung akhir sebuah kromosom. Telomer pada manusia yang terletak di ujung setiap kromosom ini terdiri dari ratusan pengulangan dari enam sekuen nukleotida yaitu TTAGGG.

 
Telomer manusia merupakan pengulangan dari 6 nukleotida: TTAGGG

Uniknya, setiap kali sel membelah dan kromosom melakukan replikasi, sebagian kecil dari ujung kromosom ini selalu hilang entah kemana. Penyebab dan mekanismenya juga belum diketahui sampai sekarang. Dari hasil penyelidikan tersebut muncullah salah satu teori mengenai masalah aging (penuaan) ini yang disebut dengan Teori Telomer.

Nah, masalah pemendekan telomere ini diketahui menyebabkan munculnya sinyal agar sel berhenti membelah. Hal inilah yang diduga berhubungan erat dengan percepatan penuaan dan kematian. Pemendekan telomere ini ternyata disebabkan oleh aktivitas enzim yang dikenal dengan telomerase.

Terlepas dari akurasinya, temuan ini menuai banyak kritik dan menjadi kontroversi karena seolah bisa menguak rahasia di balik kotak pandora. Beberapa ilmuwan juga telah mengajukan pertanyaan tentang kontrol etika jika teknologi ini banyak digunakan di masa depan. Sebab, ini bisa memicu reaksi negatif jika hasil tes buruk. Sejumlah peneliti juga khawatir dengan kemungkinan organisasi atau individu melakukan pembajakan terhadap hasil tes ini dan berusaha menjajakan ramuan palsu untuk kehidupan.

Namun, selain mampu digunakan untuk memprediksi rahasia batas umur manusia, para ilmuwan juga mengatakan bahwa tes ini juga memberi manfaat penting untuk meminimalisir gangguan kesehatan yang berkaitan dengan usia, mulai dari penyakit kardiovaskuler hingga Alzheimer dan kanker.

Gravatar Image
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru / tentor pelajaran Biologi SMA. Ia juga seorang blogger aktif yang telah banyak menulis berbagai tutorial tentang blogging, komputer, dan teknologi. Karena kesibukannya mengurusi berbagai bisnis online, ia telah beristirahat dari kegiatan mengajar. Namun karena kecintaannya terhadap pelajaran Biologi, ia masih menyempatkan diri mengelola Biologi Media Centre ini.