Radio streaming di Biologi Media Centre
Artikel ini telah dibaca 146 kali
Biologi Media Centre – Saya adalah orang yang suka belajar dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Meskipun kadang teknologi yang saya pelajari dan saya manfaatkan belum tentu berguna bagi orang lain, entah karena orang tersebut belum butuh atau tidak ngeh teknologi, tetapi saya suka melakukannya. Ada kesenangan tersendiri di sana.
Nah, kabar bagusnya (paling tidak bagus buat saya sendiri), di blog Biologi Media Centre ini rencananya akan saya pasang fitur baru berupa radio streaming. Hah? Buat apa?
Ya buat yang mau mendengarkan radio! Kan enak misalnya pas lagi surfing sambil mendengarkan radio. Apa pas baca-baca blog ini sambil mendengarkan saya online bercerita tentang sesuatu. (jadi tampak narsis ya
).
Radio streaming di Biologi Media Centre
Kalau di negara maju, (yang jelas bukan negara kita) radio streaming udah sangat sangat sangat lumrah. Banyak para internet mania di sana yang selalu surfing sambil mendengarkan radio streaming. Kalo tahu yang namanya podcast, ya itulah radio streaming. Yang sekarang di Amrik sana masih didominasi oleh American On Line (AOL).
Kalau di Surabaya, orang-orang pada kenal radio FM Suara Surabaya atau lebih dikenal dengan SS. Mulai dulu para pengendara mobil yang lewat jalan tol Surabaya – Gempol menggunakannya sebagai radio wajib pemantau lalu lintas dan informasi terkini. Nah, sekarang stasiun radio itu tidak lagi dan tidak mau lagi disebut sebagai ‘radio’, tetapi sekarang telah menjadi Suara Surabaya Media. Bidang bisnisnya pun berkembang mulai advertising, broadcast, radio streaming, dan konon juga memiliki TV streaming. Saya tau waktu ngobrol sama direktur utamanya, Bapak Eroll Jonathan. Untuk yang radio streaming, di luar negeri ternyata banyak pendengarnya terutama warga Indonesia.
Melihat perkembangan SS tadi tampaknya ada gejala baru yang sedang berlangsung: semua broadcast analog yang sekarang baik radio maupun TV, dalam waktu yang tidak lama lagi akan mengalami metamorfosis menjadi digital broadcast. Ini sudah pasti sejalan dengan peningkatan pengguna internet, peningkatan kecepatan atau bandwith, dan semakin murahnya biaya akses. Bagaimana dengan di Indonesia? Saya belum yakin. Soalnya jaringan di sini masih lelet padahal biaya aksesnya cukup mahal dibandingkan negara lain.
Itu sekilas mengenai prospek media streaming di masa mendatang. Tapi, untuk radio streaming saya tadi, (saya menamainya BMC Radio) sama sekali saya tidak berani bermimpi lebih. Saya kasih tau rahasia kecil, bahwa ada banyak sekali kekurangan radio streaming amatiran seperti punya saya, diantaranya:
- saya membuat radio streaming gratisan di hosting gratisan
- saya belum tau materi apa yang akan saya siarkan, kemungkinan sementara (atau lama) saya putar musik kesukaan saya
- saya belum punya pendengar dan mungkin tidak punya pendengar, kecuali mereka yang iseng atau penasaran
- jam siaran saya sangat terbatas, karena saya harus bekerja tiap hari, jadi jadwal onlinenya gak jelas
- sound yang terdengar adalah mono bukan stereo karena harus saya sesuaikan dengan bandwith yang umum dipakai di Indonesia
- saya tidak tau nantinya apakah radio streaming itu saya pasang terus apa suatu saat nanti saya hapus
- radio ini adalah sesuatu yang baru saya coba, karena saya suka mempelajari sesuatu yang berbau teknologi
Nah, tuh! Saya yakin Anda langsung tidak tertarik kan? Iya, gak pa pa. Sebenarnya tujuan saya hanya ingin berbagi pengetahuan dasar mengenai teknologi streaming, terutama kepada Anda yang belum tahu ![]()







