Lupus : Penyakit dengan seribu wajah

Posted on
Posting ini sudah dibaca 3578 kali

Secara keseluruhan terdapat sekitar 80-an penyakit autoimun. Misalnya: rheumatoid arthritis (rematik), systemic lupus erythematosus (SLE – atau yang lebih dikenal dengan LUPUS), polymyositis, autoimmune thyroiditis, (juvenile) diabetes tipe-1, myasthenia gravis, scleroderma, dan Sjogren’s syndrome, dan lain-lain. Artikel kali ini hanya kan membahas mengenai penyakit autoimun Lupus yang dijuluki penyakit dengan seribu wajah.

Seperti telah saya uraikan di artikel yang lalu tentang sistem kekebalan tubuh manusia, antibodi akan melakukan pertahanan dengan berbagai cara untuk melawan antigen yang masuk ke dalam tubuh. Antibodi bisa mengenali antigen atas bantuan sel-sel memori yang memiliki kemampuan pengenalan dan ingatan terhadap antigen tertentu.

Lantas, apakah antibodi hanya menyerang antigen dari luar saja? Secara umum begitu, tetapi sayangnya ada bentuk kelainan atau penyakit dimana antibodi tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri karena dianggap sebagai antigen. Tampaknya ini antibodi bego ya? Tetapi itu memang ada. Penyakit seperti itu disebut dengan autoimun, artinya kira-kira bertahan atau melawan diri sendiri.

Contoh autoimun yang sekarang terkenal adalah penyakit lupus. Nama lengkapnya Lupus Eritomatosus Sistemik (LES). Eritomatosus artinya kemerahan, sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh yang sebenarnya normal tetapi dianggap sebagai benda asing (antigen). Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah. Penyakit ini berkaitan dengan sistem imunitas yang berlebih sedemikian rupa sehingga antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Akibatnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat.

Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :

  1. Antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah dan menyebabkan eritrosit hancur (lisis). Inilah yang mengakibatkan anemia.
  2. Antibodi bisa bergabung dengan antigen dan membentuk ikatan yang disebut kompleks imun. Gabungan antibodi dan antigen ini mengalir di dalam darah. Jika tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks imun ini akan dihadang oleh sel-sel fagosit. Tetapi, dalam keadaan tertentu kompleks imun ini tidak dapat diatasi sel fagosit dengan baik, sehingga proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya.

Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu, karena penderita penyakit ini dulunya dikira karena gigitan sang anjing hutan. Gejala-gejala yang umum penyakit lupus yang dijumpai adalah:

  1. Kulit mudah gosong karena terpapar sinar matahari, serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip bentuk sayap kupu-kupu, sehingga disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang hancur
  5. Rambut yang sering rontok
  6. Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering terkena lupus sekitar 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus.

    Diduga, timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus misalnya adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres. Lupus banyak diderita wanita pada usia produktif sampai usia 50 tahun. Oleh karena itu diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.

    Pada wanita hamil yang menderita lupus akan menyebabkan abortus (keguguran), gangguan perkembangan janin, atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi sering dijumpai pula gejala lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.

    Bagaimana cara menyembuhkan penyakit ini? Tampaknya sulit. Sampai sekarang penyakit lupus ini belum bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan sifatnya sementara, untuk mengurangi keluhan simtomatik dan mencegah meluasnya penyakit sehingga tidak menyerang organ vital.

    Sampai saat ini. jumlah Odapus (orang dengan lupus) yang terdaftar di Yayasan Lupus Indonesia mencapai 10.133 odapus, dan terus bertambah setiap tahunnya, terutama karena kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penyakit yang kebanyakan menyerang kaum perempuan diusia produktif tersebut.

    Uniknya, penyakit lupus ini dijuluki penyakit dengan seribu wajah atau si peniru ulung. Ini disebabkan gejala awal yang dialami oleh setiap pasien Lupus selalu berbeda-beda, dan hingga saat ini belum diketahui penyebab pastinya. Jadi, untuk memastikan diagnosis, dokter harus mencari sekitar sebelas kriteria atau gejala awalnya. Kalau ditemukan empat gejala positif, baru bisa dibilang Lupus.

    Gravatar Image
    Dosso Sang Isahi adalah mantan guru / tentor pelajaran Biologi SMA. Ia juga seorang blogger aktif yang telah banyak menulis berbagai tutorial tentang blogging, komputer, dan teknologi. Karena kesibukannya mengurusi berbagai bisnis online, ia telah beristirahat dari kegiatan mengajar. Namun karena kecintaannya terhadap pelajaran Biologi, ia masih menyempatkan diri mengelola Biologi Media Centre ini.