Kode genetik kedua yang tersembunyi ditemukan di dalam ADN

Posted on
Posting ini sudah dibaca 2164 kali

Ilmuwan telah menemukan kode genetik kedua yang tersembunyi di dalam ADN. Kode kedua ini diketahui mengandung informasi yang bisa menjelaskan masalah mutasi dan penyebab munculnya penyakit genetis pada manusia. Penemuan ini berkat kerja sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. John Stamatoyannopoulos, dari Universitas Washington. Hasil penemuan ini telah diterbitkan pada majalah Science tanggal 13 Desember 2013.

Seperti telah diketahui bahwa kode genetik pada ADN ditemukan pada tahun 1960-an oleh Watson dan Crick. Kode tersebut merupakan kode dalam ADN yang berfungsi sebagai kode sintesis protein. Tim ilmuwan dari Universitas Washington tersebut menemukan bahwa genom (kode genetik) tersebut terdiri atas dua kode bahasa. Yang satu memerintahkan proses pembentukan protein, sedangkan satunya menginstruksikan kepada sel bagaimana gen harus dikontrol. Satu kode ‘tertulis’ di atas kode yang lain. Kode terbaru yang ditemukan tersebut terletak di bagian bawah. Inilah sebabnya mengapa kode tersebut sekian lama tidak diketahui.

Ada 64 kode genetik dalam proses pembentukan protein yang disebut kodon. Tim ilmuwan tersebut menemukan kodon baru yang kemudian disebut duon. Diketahui duon berfungsi sebagai gen pengontrol untuk membantu stabilitas fungsi tertentu dari protein, termasuk dalam proses sintesisnya.

Kedua kode genetik tersebut diketahui bertanggungjawab terhadap terjadinya proses perubahan DNA yang menyebabkan perubahan struktur protein. Banyak penyakit genetis yang disebabkan karena berubahnya struktur protein karena tidak berfungsinya gen pengontrol tersebut.

Gravatar Image
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru / tentor pelajaran Biologi SMA. Ia juga seorang blogger aktif yang telah banyak menulis berbagai tutorial tentang blogging, komputer, dan teknologi. Karena kesibukannya mengurusi berbagai bisnis online, ia telah beristirahat dari kegiatan mengajar. Namun karena kecintaannya terhadap pelajaran Biologi, ia masih menyempatkan diri mengelola Biologi Media Centre ini.