Kiat sukses UNAS dan SNMPTN (2) : Menggali Potensi Diri

Posted on
Posting ini sudah dibaca 2113 kali

Ada tiga kekelliruan dini yang sering dilakukan para siswa lulusan SMA saat mengikuti SNMPTN. Pertama mereka memilih jurusan hanya karena ikut-ikutan teman atau hanya karena jurusan yang dipilih adalah jurusan yang bergengsi. Kedua, mereka tidak tahu harus memilih jurusan apa sehingga ngawur. Ketiga, keadaan ini bisa saja diperparah karena intervensi orangtua yang menginginkan anaknya masuk jurusan tertentu agar menjadi ini atau itu.

Akibat dari tiga kekeliruan tersebut berdampak pada karier kuliah sang siswa, dan semuanya menyebabkan terciptanya kondisi yang sama sekali tidak ideal. Perjalanan kuliah yang harusnya bisa menjadi titian ke masa depan, akhirnya hanya menjadi sebuah beban yang menyakitkan. Absensi amburadul, tidak ada ilmu yang diperoleh, nilai jauh di bawah standar, dan pada akhirnya harus terdepak keluar alias drop out. Coba renungkan, seandainya, ini seandainya, kamu yang mengalami hal tersebut.

Jika kamu berpikir untuk kuliah, sebenarnya kamu telah berpikir untuk menyiapkan masa depan kamu. Oleh karena itu agar masa depan kamu baik, maka kuliah kamu harus dijalani dengan baik. Agar kuliahmu baik maka kamu harus mampu dan menyukai bidang yang kamu pilih. Jadi mulai sekarang kamu harus mulai menggali potensi dalam diri kamu.

Bagaimana caranya? Ada dua cara. Pertama carilah satu hal utama yang kamu sukai dan mampu melakukannya. Jika kamu melakukan sesuatu yang kamu sukai, maka kamu akan melakukannya dengan penuh semangat. Kamu tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang telah kamu capai. Kamu ingin, dan ingin selalu belajar untuk lebih baik. Mengapa? Karena kamu suka dan mampu! Itulah potensi dirimu!

Kedua, singkirkan apa yang tidak kamu sukai, hal-hal yang kamu tidak mampu lakukan, dan jangan pernah melakukannya, atau kamu akan gagal.

Saya beri contoh real tentang bekas murid saya yang telah sukses meniti karier sebagai seorang dosen di Jember sana. Sebut saja namanya Sri. Saya mengajar dia ketika kelas 3 SMA IPA. Ketika selesai UNAS, dia mendaftar di SNMPTN (dulu namanya Sipenmaru). Suatu ketika sebelum menyerahkan formulir, saya tanya dia mengambil pilihan jurusan apa. Jawabnya, inginnya sih mengambil jurusan IPA karena memang dia anak IPA. Tetapi dia merasa tidak mampu bersaing dengan anak-anak IPA lain yang grade-nya juga cukup tinggi. Akhirnya dia memutuskan untuk memilih IPS jurusan Bahasa Inggris. Dia khawatir kalau mengambil IPA bisa jadi prestasinya pas-pasan dan harus kerja keras untuk meraih nilai. Jika mengambil jurusan Bahasa Inggris, dia yakin bisa meraih prestasi di sana, karena dia merasa mampu di bidang tersebut. Inilah contoh pola pikir orang yang mampu menilai batas kemampuan pribadi dan menentukan pilihan yang tepat agar mampu meraih prestasi.

Sekitar 3 tahun kemudian secara tidak sengaja saya bertemu dengannya di sebuah angkutan umum. Ketika saya tanya tentang karier kuliahnya, jawabannya sungguh mengejutkan dan membuat saya bangga padanya. Nilainya (IP) lebih dari 3,5 dan selama tiga tahun berturut-turut selalu memegang peringkat tertinggi di kampus! Pada tahun ke-3 itu pula dia diangkat sebagai asisten dosen.

Tahun keempat secara kebetulan saya bertemu lagi dengannya. Kembali saya tanya bagaimana kabar kuliahnya. Lagi-lagi jawabnya mengejutkan saya. Dia telah diangkat menjadi dosen di kampusnya, dan telah diprogramkan untuk mengambil S2 (pasca sarjana) di Jepang!

Kawan, tahukan kamu mengapa Sri sukses menempuh karier pendidikannya? Yup! Karena dia tahu kemampuannya, dan mampu menentukan dimana tempat dia bisa mendulang prestasi. Inilah contoh orang yang mampu menggali potensi dirinya.

Oke, mungkin kamu bertanya: Bagaimana jika saya mampu melakukan suatu hal dengan baik, tetapi sebenarnya saya tidak menyukainya? Atau bisa juga: Saya menyukai suatu hal, sayangnya saya tidak mampu melakukannya dengan baik.

Kita akan coba bahas pada seri berikutnya ^_^

Gravatar Image
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru / tentor pelajaran Biologi SMA. Ia juga seorang blogger aktif yang telah banyak menulis berbagai tutorial tentang blogging, komputer, dan teknologi. Karena kesibukannya mengurusi berbagai bisnis online, ia telah beristirahat dari kegiatan mengajar. Namun karena kecintaannya terhadap pelajaran Biologi, ia masih menyempatkan diri mengelola Biologi Media Centre ini.