Kiat sukses UNAS dan SNMPTN (1) : Hakekat Belajar

Posted on
Posting ini sudah dibaca 1546 kali

Beberapa waktu lalu saya memperoleh email dari Friyeri Marbun, salah satu fan Biologi Media Centre. Ini kutipan emailnya:

Hallo BMC :D terima kasih atas link-linknya yang sangat bermanfaat. Saya beruntung menjadi anggota dari BMC !
Kemudian, saya ingin sekali diberi tips untuk masuk ke fakultas kedokteran negeri. Khususnya UI dan UNPAD, sebab saya ingin sekali membanggakan kedua orangtua saya admin..Kalau bisa yang SNMPTN agar biayanya agak ringan..
Oh iya, sekalian informasi beasiswa sekolah S1 keluar negeri ya admin. Kan saya siswa kelas XII, mudah-mudahan tamat tahun 2012 jadi saya ingin mencoba peruntungan beasiswa luar negeri..Bantu saya ya BMC..Saya tahu bahwa BMC bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa ! Proud TO BMC

friyuri****@gmail.com

Terus terang, email dari Friyeri ini ‘memaksa’ saya untuk menjawabnya dengan menulis artikel Kiat sukses UNAS dan SNMPTN ini. Lebih dari seminggu saya berfikir dan mengumpulkan informasi untuk menulis artikel ini. Saya ingin, jika saya menulis kiat menembus SNMPTN, para siswa memahami mulai hal yang paling mendasar yang patut diperhatikan dan disadari sebagai bekal awal untuk meniti keberhasilan dalam karir studi mereka. Jadi bukan hanya tips praktis dan sesaat yang mampu memicu semangat sesaat, melainkan tips untuk membuka wawasan siswa agar mereka memahami dirinya sendiri, dan lebih dari itu mereka bisa memahami arti sebuah perjuangan untuk mencapai kesuksesan dalam karir belajar.

Saya tidak tahu apakah saya mampu menulis artikel seperti itu. Tetapi karena saya telah diminta, maka saya akan berusaha agar meskipun sedikit artikel ini tetap mampu memberikan secuil pencerahan bagi mereka yang memerlukannya.

Mungkin artikel mengenai Kiat Menembus SNMPTN ini bakal agak panjang. Karena itu saya memecahnya menjadi beberapa bagian secara tematis. Yang pertama ini kita akan bahas mengenai hakekat belajar. Adalah penting untuk memahami hakekat belajar. Mengapa kita perlu belajar, mengapa kita harus bersekolah, mengapa kita harus mempelajari begitu banyak mata pelajaran.

Hakekat Belajar

Menurut para ahli pendidikan, belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Ada 3 ciri utama belajar, yaitu: proses, perilaku, dan pengalaman.

  1. Proses : Belajar adalah proses mental dan emosional. Seseorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaannya aktif. Aktifitas pikiran dan perasaan itu sendiri tidak dapat diamati orang lain, akan tetapi dapat dirasakan oleh yang bersangkutan.
  2. Perubahan perilaku : Hasil belajar adalah perubahan perilaku. Tingkah laku seseorang yang belajar akan berubah, atau bertambah perilakunya, baik yang berupa pengetahuan, ketrampilan, atau penguasaan nilai-nilai sikap.
  3. Pengalaman : Belajar adalah mengalami. Belajar terjadi dalam interaksi antara individu dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial.

Belajar merupakan salah satu dari sekian banyak proses yang terjadi pada kehidupan manusia. Sedikit atau banyak, sengaja atau tidak, proses belajar selalu terjadi pada manusia.

Mengapa harus belajar?

Mungkin pertanyaan ini pernah terlintas di benakmu. Ya, mengapa kita harus susah payah bangun pagi, pergi ke sekolah, belajar begitu banyak pelajaran, belajar untuk ulangan. Memangnya untuk apa semua itu?

Kalau diuraikan satu per satu bisa jadi artikel ini tak akan pernah selesai. Lalu, untuk apa belajar itu? Jawaban saya sederhana saja: untuk hidup. Mungkin Anda akan menyanggah, misalnya dengan menyatakan bahwa untuk hidup orang harus makan, bukan belajar. Benarkah? Dari mana orang tahu bahwa untuk hidup harus makan? Dari belajar.

Orang belajar dari mengalami rasa lapar, dan hasil belajarnya adalah tindakan untuk mengatasi desakan lapar dengan memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya, mengunyahnya, dan menelannya. Dalam perkembangan selanjutnya, orang belajar bahwa ternyata tidak segala sesuatu bisa dimasukkan ke dalam mulutnya, dikunyahnya, dan ditelannya.

Mari kita renungkan, dari mana dan bagaimana kita mendapatkan pemahaman tentang lapar, makan, dan makanan? Dari belajar, bukan? Dan jika kita renungkan secara jujur, proses lapar – makan – makanan hanyalah setitik dari sebidang kehidupan.

Sebenarnya, belajar adalah hidup itu sendiri. Hidup adalah belajar. Prestasi belajar adalah prestasi hidup. Orang yang mau belajar hidupnya akan berubah menjadi lebih baik. Janganlah hanya menilai ‘lebih baik’ berdasar materi semata, karena konsep ‘baik’ mencakup ranah yang sangat luas dan tidak bisa dinilai hanya dari materi belaka.

Jadi, jika kita merasakan hidup kita menjadi lebih baik, menurut ukuran apa pun, maka kita sudah belajar. Dan jika menginginkan hidup yang lebih baik lagi, mari belajar lagi.

Lebih dari itu, belajar juga merupakan langkah persiapan diri sejak dini agar bisa hidup mandiri kelak. Ingatlah bahwa kelak kamu akan menjadi orang dewasa yang mandiri yang harus lepas dari orangtua. Kamu juga bakal menjadi seseorang yang bertanggungjawab terhadap keluargamu. Kamu harus bisa memelihara keluarga, mencukupi kebutuhan material dan non material, memberikan pendidikan yang baik dan layak kepada anak-anak. Kamu juga bakal menjadi bagian dari suatu komunitas sosial di lingkungan kamu.

Untuk bisa melakukan itu semua, kamu harus menjadi pribadi yang berwawasan, berpendidikan, dan mandiri. Itu hanya bisa kamu capai dengan belajar baik dari sekolah secara formal maupun dari lingkungan kamu.

Jadi, lebih baik simpan dulu pertanyaan tentang ‘mengapa harus belajar’. Jalanilah dulu apa yang menjadi tugas kamu di sekolah, di keluarga, dan di lingkungan kamu. Pada saatnya nanti kamu akan memperoleh jawaban dari diri kamu sendiri mengapa kamu harus belajar. :)

Gravatar Image
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru / tentor pelajaran Biologi SMA. Ia juga seorang blogger aktif yang telah banyak menulis berbagai tutorial tentang blogging, komputer, dan teknologi. Karena kesibukannya mengurusi berbagai bisnis online, ia telah beristirahat dari kegiatan mengajar. Namun karena kecintaannya terhadap pelajaran Biologi, ia masih menyempatkan diri mengelola Biologi Media Centre ini.