Jurusan PTN apa yang sebaiknya saya pilih?

Posted on
Posting ini sudah dibaca 19811 kali

Ada pertanyaan menarik yang diposting di colom comment oleh salah seorang pengunjung BMC, namanya Pak Hariyanto dari Blitar. Beliau menanyakan jurusan apakah yang sebaiknya diambil oleh puterinya. Karena jawaban saya lumayan panjang dan menurut saya bagus juga diketahui pembaca lain, maka jawaban tersebut saya posting di sini.

Inilah pertanyaan beliau:

anak saya perempuan nilai yang terbaik kimia dari sma srengat blitar, masih belum yakin apa jurusan yang diambil, mohon bantuan apa yang harus diambil, dan perguruan mana yang cocok, trim.

Dan, inilah jawaban saya:

Pertanyaan Bapak bagus,

Mayoritas siswa sma yang hendak lulus mengalami masalah krisis penentuan karir pendidikan lanjutan seperti ini. Banyak yang terbuai mimpi untuk memilih jurusan bergengsi, padahal kemampuannya jauh di bawah standar. Ada pula yang sebenarnya memiliki kemampuan lebih, tetapi tidak terarah dengan baik akhirnya memilih jurusan sekedar ikut teman, alhasil karir pendidikan dan akhirnya, karir pekerjaan pun menjadi tidak jelas.

Mengacu pada pertanyaan Bapak, setahu saya saat ini ada parameter penentuan nilai mata pelajaran tertentu yang berkorelasi dengan jurusan PTN yang dipilih. Contohnya jika puteri Bapak kemampuan pelajaran kimianya bagus, dan memilih jurusan Kimia di PTN tertentu, maka kemungkinan besar diterima. Tentu saja dengan pertimbangan mencapai nilai minimal untuk total score. Jadi untuk siswa yang nilai kimianya kurang, jelas lebih sulit diterima di jurusan Kimia. Dulu, pada jaman saya, selama nilai SNMPTN (dulu Sipenmaru) mencukupi maka calon mahasiswa akan diterima di jurusan apa pun yang dipilih meskipun saat SMA nilai mata pelajaran yang berkorelasi sangat kurang.

Penyesuaian kemampuan pada mata pelajaran tertentu saat di SMA dengan jurusan yang diambil di PTN sangat signifikan pengaruhnya terhadap keberhasilan menembus SNMPTN. Secara logika, saat kuliah siswa akan lebih mudah mengikuti dan menguasai materi kuliah karena pada dasarnya ia memang mampu. Bandingkan dengan mereka yang orangtuanya berkelimpahan di bidang keuangan, karena pertimbangan gengsi dan mampu secara finansial, mereka memilih jurusan Kedokteran misalnya, padahal sang anak sama sekali tidak memiliki bakat dan ketertarikan di jurusan tersebut. Alhasil karir kuliahnya pun tidak bisa optimal, dan bisa jadi malah berantakan sama sekali.

Jadi, kalau puteri bapak mumpuni di pelajaran Kimia, saya menyarankan untuk mengambil Teknik Kimia atau jurusan yang dominan berbau Kimia. Yang bagus di wilayah Indonesia Timur ya jelas Teknik Kimia ITS. Peluang kerja lulusan Teknik Kimia pun banyak sekali, dan biasanya ditempatkan pada litbang, supervisor, atau laboratorium penelitian di banyak perusahaan. Silahkan baca di sini mengenai bidang kerja setiap jurusan PTN: http://biologimediacentre.com/category/deskripsi-jurusan-ptn/

Lantas apakah hanya dengan berbekal kemampuan Kimia puteri bapak bisa lolos SNMPTN? Tentu tidak. Semua materi yang diujikan di SNMPTN wajib untuk dikuasai dan harus bisa mencapai nilai minimal untuk lulus (passing grade). Untuk mengetahui kemampuan mencapai nilai minimal bisa dilakukan dengan mengikuti try out yang diselenggarakan oleh sekolah atau bimbel. Yang harus diperhatikan adalah tentang tes TPA (Tes Potensi Akademik) yang mengambil porsi sekitar 30% dari total nilai SNMPTN. TPA merupakan semacam psikotes SNMPTN. Tidak peduli seberapa pintar seorang siswa, jika nilai TPA nya jeblok, bakal dijamin gagal. Jadi jangan abaikan masalah TPA ini. Sebaiknya sering-sering berlatih soal-soal TPA atau bertanya pada tentor jika ikut bimbel.

Mungkin bapak bertanya apakah hanya bidang Kimia saja yang jadi peluang bagi puteri Bapak? Ada banyak jurusan yang menjanjikan di luar sana. Dalam dasawarsa terakhir ini dan ke depan ada beberapa bidang keilmuan yang telah sedang dan masih akan berkembang dan bakal banyak diperlukan. Tampaknya ada kecenderungan berupa jurusan yang berbau komunikasi dan komputer, sejalan dengan perkembangan teknologi dan relevansinya. Contohnya bidang:

  • komunikasi
  • informatika
  • statistik
  • broadcast/penyiaran
  • disain produk
  • komputer
  • bahasa, dll.

Untuk jurusan lain seperti kedokteran animonya masih tetap tinggi dari tahun ke tahun. Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa lulusan kedokteran ini hampir mencapai titik jenuh. Akibatnya, kalau tidak memiliki kelebihan di atas rata-rata maka akan sulit bersaing di bidang ini.

Sekedar tips saja, jika puteri bapak ikut bimbingan, inilah yang harus dilakukan:

  • seringlah berkonsultasi dengan tentor dan mencari informasi terkini mengenai jurusan SNMPTN
  • seringlah mencari informasi mengenai perkembangan teknologi terkini dan segala sesuatu yang relevan dengan pendidikan dan ketenagakerjaan
  • jangan pernah malu untuk menanyakan tentang sesuatu hal mengenai pelajaran / penyelesaian soal kepada tentor
  • tingkatkan kemampuan dengan berlatih soal snmptn sebanyak mungkin. Sudah tidak terlalu diperlukan belajar teori. Langsung saja belajar penyelesaian soal-soal. Jika tidak bisa tanyakan. Lakukan ini sebanyak dan sesering mungkin.
  • Perbanyak ikut try out untuk menguji kemampuan. Saat mengerjakan tryout biasakan bekerja sendiri. Ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan sebenarnya dari seorang siswa. Bertanya atau mencontek saat try out adalah langkah membohongi diri sendiri.
  • perbanyak mencari informasi peluang/bidang kerja yang masih banyak dibutuhkan minimal sepuluh tahun mendatang
  • jangan lupa berdoa minta bantuan Tuhan

Satu lagi, berilah puteri Bapak tanggungjawab terhadap apa yang telah dipilih. Ini berarti tidak bijaksana bila orangtua memaksa anaknya untuk menempuh jenjang pendidikan tertentu atas keinginan orangtua, apa pun motivasinya. Biarkan mereka yang memutuskan dengan pertimbangan dan tuntunan yang kita berikan.

Semoga sukes pak :)

Gravatar Image
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru / tentor pelajaran Biologi SMA. Ia juga seorang blogger aktif yang telah banyak menulis berbagai tutorial tentang blogging, komputer, dan teknologi. Karena kesibukannya mengurusi berbagai bisnis online, ia telah beristirahat dari kegiatan mengajar. Namun karena kecintaannya terhadap pelajaran Biologi, ia masih menyempatkan diri mengelola Biologi Media Centre ini.