Ini hebatnya penemuan anak bangsa Indonesia

Posted on
Posting ini sudah dibaca 7639 kali

Ternyata banyak anak bangsa Indonesia yang hebat. Ada jago hacker tanpa kuliah Jim Geoverdi, sang pencipta mesin scanning MRI Warsito Taruno, lalu sang penemu kromosom Joe-Hin Tjio yang juga orang Indonesia. Jadi banyak juga tokoh asli Indonesia yang pintar. Sayangnya, beberapa penemuan mereka tersebut justru lebih dihargai pihak luar negeri daripada bangsa sendiri.

Berikut ini penemuan anak bangsa Indonesia yang mungkin tidak pernah kita sangka.

1. Kontainer Nuklir

container nuclear biologi

Seorang Peneliti dan Ketua Jurusan Teknik Nuklir Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, Yudi Utomo Imardjoko, berhasil menemukan kontainer limbah nuklir. Temuan tersebut merupakan hasil penelitian bersama lima koleganya. Kontainer tersebut berbentuk silinder berbahan titanium. Diameternya 1,6 meter dengan panjang 4 meter. Sedangkan dindingnya setebal 24 sentimeter.

Pemikiran Yudi didasarkan pada kemungkinan penanganan limbah radioaktif nuklir dari uraian uranium dan plutonium. Diperkirakan jika ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia berkapasitas 1000 megawatt, paling tidak per tahun menghasilkan limbah sebanyak 797 ton. Klasifikasinya ialah 27 ton limbah aktivitas tinggi, limbah aktivitas sedang sebanyak 310 ton sedangkan limbah aktivitas rendah 460 ton. Untuk mendaur-ulangnya, dibutuhkan wadah penyimpanan yang memadai.

Ide kontainer limbah nuklir Yudi dibangun berdasarkan fungsi untuk menimbun limbah tersebut. Limbah yang disimpan tersebut harus dibiarkan molekulnya meluruh sendiri dalam tenggang waktu yang panjang. Jika secara fisik dan kimia telah dinyatakan stabil barulah bisa dipindahkan ke tempat yang terisolasi dari lingkungan, karena bagaimana pun juga limbah nuklir tersebut tetap berbahaya bagi lingkungan.

Sayangnya temuan Yudi yang diperkirakan mampu menyimpan limbah nuklir sampai 10 ribu tahun tersebut tak terpakai, sebab hingga saat ini di Indonesia belum ada pembangkit listrik tenaga nuklir. Diperkirakan bangsa kita baru membutuhkannya 50 tahun mendatang. Padahal penemuan tersebut sudah memperoleh hak paten di Indonesia dan Amerika sejak lama.

2. Kontruksi beton penyangga jalan layang

konstruksi sosrobahu

Tjokorda Raka Sukawati berhasil menemukan teknik pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas karena bahu jalan kota besar yang sempit. Bahu tiang jalan layang yang kerap disebut Sosrobahu (artinya : seribu pundak) tersebut bisa memutar beton seberat 480 ton sebesar 90 derajat. Berdasarkan kalkulasi eksak, kontruksi Sosrobahu mampu bertahan hingga satu abad lamanya.

Teknik Sosro bahu dipakai pada pembangunan jalan layang tol Cawang-Tanjung Priok (16,5 kilometer) awal November 1989 silam. Namun enam tahun setelahnya Direktur Jenderal Hak Cipta Paten dan Merek Indonesia baru mengeluarkan hak paten. Hal tersebut tergolong lambat sebab tahun 1992 Jepang, Malaysia, dan Filipina sudah terlebih dahulu menerbitkan hak paten.

Tjokorda Raka Sukawati yang lahir di Ubud ini sempat meraih Gelar Insinyur di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menempuh karier di PT Hutama Karya hingga menjabat sebagai direktur perusahaan.

Hasil temuan Tjokorda yang dijuluki putra ASEAN ini sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

3. BJ Habibie jagoan pembuat pesawat terbang

habibie

pesawat N250

Tak dipungkiri, mantan presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, adalah jago pembuat pesawat terbang asli Indonesia. Ketika masih kuliah di Jerman dan tengah menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat mendapat gelar doktor, Habibie diharuskan membuat pesawat yang kecepatannya 20 kali kecepatan suara.

Waktu ia menyelesaikan S-3, ia wajib merancang pesawat terbang yang terbangnya 20 kali kecepatan suara. Seperti apa pesawatnya bahkan dia sendiri tidak bisa membayangkan tapi harus dikembangkan, kalau tidak, konon tidak dapat S-3. Sewaktu mengembangkan pesawat tersebut, Habibie bekerja di perusahaan kecil di Hamburg, Jerman. Singkat cerita, usai berhasil mengembangkan pesawat tersebut, Habibie langsung disuruh pulang ke Tanah Air. Dia diminta mengembangkan industri strategis di dalam negeri.

Sesampainya di Indonesia, Habibie mulai mengembangkan industri penerbangan nasional dengan membuat pesawat N 250 yang dikerjakan hanya 20 orang. Namun harapan untuk memajukan industri strategis ini kandas ketika Habibie diangkat menjadi Wakil Presiden.

4. Penemu jaringan 4G

jaringan 4G

Teknolgi 4G LTE adalah teknologi yang banyak digunakan oleh produsen smartphone di seluruh dunia. Teknologi jaringan internet super cepat ini membuat proses transfer data lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dengan teknologi 3G yang selama ini banyak dikenal orang.

Prof. Khoirul Anwar adalah penemu teknologi 4G tersebut sekaligus pemegang hak paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Sistem ini mampu menurunkan energi hingga 5dB atau 100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan.

Hasil temuan anak bangsa Indonesia tersebut sejauh ini telah digunakan perusahaan elektronik besar asal Jepang. Selain itu teknologi ini tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei Technology.

Pria asal Kediri ini adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan predikat cumlaude. Lulus dari ITB dia melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor pada 2008. Khoirul juga sempat menerima penghargaan IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, di California.

Ide awalnya Khoirul mencoba mengurangi daya transmisi guna meningkatkan kecepatan laju data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) tapi hasilnya kecepatan transmisi justru meningkat.

Ditulis ulang dari merdeka.com

Gravatar Image
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru / tentor pelajaran Biologi SMA. Ia juga seorang blogger aktif yang telah banyak menulis berbagai tutorial tentang blogging, komputer, dan teknologi. Karena kesibukannya mengurusi berbagai bisnis online, ia telah beristirahat dari kegiatan mengajar. Namun karena kecintaannya terhadap pelajaran Biologi, ia masih menyempatkan diri mengelola Biologi Media Centre ini.