Cara reproduksi yang unik pada hewan

reseller theraskin

Perkembangan embrio manusia dalam rahim induk memerlukan waktu sekitar 9 bulan untuk bertumbuh hingga lahir. Inilah yang disebut masa gestasi (masa kehamilan). Karena termasuk makhluk vivipar, embrio manusia mampu tumbuh karena memperoleh nutrisi dari induk melalui placenta. Cara ini berbeda dengan jenis makhluk ovipar maupun ovovivipar.

Ovipar adalah cara reproduksi dengan bertelur, dan telur dikeluarkan dari dalam tubuh induk betina untuk dierami. Embrio akan tumbuh dan berkembang di dalam telur hingga akhirnya menetas. Sedangkan ovovivipar adalah cara reproduksi dengan bertelur, tetapi telur tidak dikeluarkan dari dalam tubuh induk. Embrio juga tumbuh dan berkembang di dalam telur. Setelah menetas, sang bayi akan keluar dari tubuh induk, jadi tampak seperti melahirkan.

Tapi tahukah Anda bahwa ada banyak hewan yang memiliki cara reproduksi yang aneh? Berikut ini adalah cara reproduksi yang unik pada hewan.

Gajah telah dikenal dengan masa kehamilan yang lama. Perlu waktu sekitar 23 bulan untuk pertumbuhan janin dalam rahim induk. Bayi gajah yang lahir juga memecahkan rekor bayi terberat, yaitu 105 kg!
Hiu berjumbai (frilled shark) yang bentuknya mirip belut ini ternyata mengalahkan rekor gajah. Ia memegang rekor pertumbuhan embrio yang paling lambat yaitu 1,4 cm per bulan. Jika dihitung masa kehamilannya total mencapai 3,5 tahun!
Opossum adalah jenis Marsupialia (mamalia berkantung) seperti Kanguru dan Koala. Seperti ciri khas Marsupialia lain, Opossum selalu melahirkan dalam keadaan prematur. Opossum betina hanya memerlukan waktu kehamilan 14 hari saja! Anak yang lahir dalam keadaan prematur ini kemudian disimpan dalam kantung yang terletak di perutnya selama dua hingga tiga bulan. Di sana setiap hari selalu tersedia susu hangat untuk pertumbuhannya.
Kuda Laut jantan adalah contoh sosok ayah yang baik. DIalah yang mengurusi pertumbuhan anak-anaknya mulai telur hingga menetas. Saat kawin sang betina akan meletakkan telur-telurnya dalam sebuah kantung pada tubuh sang jantan. Kuda Laut jantan kemudian akan membuahi telur-telur tersebut dengan spermanya, lalu akan menyimpan dan menjaga telur-telur tersebut dalam kantung hingga saatnya menetas. Itu sebabnya Kuda Laut jantan tampak seperti hamil. Setelah beberapa minggu telur menetas dan menghasilkan anak Kuda Laut yang jumlahnya berkisar antara 5 – 1.500 ekor. Hebatnya, sang anak yang keluar dari kantung ayah langsung hidup mandiri. Sang ayah hanya berucap, “Bon voyage!” (selamat jalan!)
Guinness Book of World Records pernah mencatat hewan yang melahirkan anak dengan jumlah paling banyak: 24 ekor! Tahun 2004 di Inggris, seekor anjing mastiff dari jenis Neapolitan bernama TIa melahirkan 24 ekor anak anjing, dan 20 diantaranya hidup!
Jika mencari juara kawin, maka kita bisa menyematkan gelar tersebut pada Marmut (Guinea pig). Marmut betina bahkan sudah bisa hamil ketika berumur 4 minggu. Hebatnya lagi, Marmut betina siap kawin lagi 15 jam setelah melahirkan! Wow!
Cara reproduksi Gurita merupakan kebalikan dari Kuda Laut. Gurita jantan memberikan paket sperma kepada sang betina dengan lengan tertentu yang disebut hectocotyli. Sang betina kemudian menyimpan sperma tersebut hingga ia siap melakukan fertilisasi terhadap telur-telurnya yang jumlahnya mencapai 200.000! Telur-telur tersebut diletakkannya pada sebuah sarang yang melekat di dasar laut. Kemudian Gurita betina akan selalu menjaga telur tersebut hingga menetas, sembari mengipasinya dengan aliran air. Inilah kasih sayang ibu :)
Bagi Lumba-lumba (Dolphin), kehamilannya ditandai dengan pemanjangan tubuh. Saat Lumba-lumba betina hamil, tubuh mereka molor memanjang hingga mencapai ukuran 50% lebih panjang jika dibandingkan dengan saat ia tidak hamil. Masa kehamilannya sekitar setahun.
Armadillo adalah hewan yang semau gue. Ia memiliki kemampuan menunda kehamilannya. Armadillo betina mampu menyimpan embrionya dalam keadaan dorman (tidak aktif), sampai ia merasa menemukan waktu yang tepat untuk hamil. Biasanya embrio akan tumbuh menjadi empat janin kembar identik, dan perlu waktu pertumbuhan sekitar 4 bulan. Namun karena efek penundaan kehamilan biasanya bayi Armadillo akan lahir 8 bulan kemudian setelah kawin.
Simpanse adalah jenis Primata (kelompok kera) yang memiliki kekerabatan dekat dengan manusia. Bayi Simpanse lahir melalui suatu saluran lahir (vagina) di depan induk betina. Pada kebanyakan Primata bayi yang lahir pada posisi di depan induk ini bertujuan agar induk segera mengambil dan merawat bayinya. Kasus ini berbeda dengan proses kelahiran bayi hewan lain semisal sapi atau kambing, dimana sang anak yang lahir muncul di belakang tubuh induknya.

Komentar BMC

Facebookers sudah komen. Silahkan nimbrung ya :)