7 Hewan yang berpotensi dalam bidang medis

Posted on
Posting ini sudah dibaca 2679 kali

Ada beberapa jenis hewan yang tidak pernah kita sangka, ternyata memiliki berbagai potensi manfaat dalam bidang medis modern. Meskipun saat ini sedang dalam pengembangan, namun diharapkan bisa memberikan manfaat lebih dalam bidang pengobatan. Berikut ini 7 hewan yang berpotensi dalam bidang medis.

1. Ikan Buntel

Tetrodotoxin, racun yang terkandung dalam ikan buntel bisa mengobati rasa sakit kronis, misalnya pada kemoterapi. Peneliti di John Theurer Cancer Center menemukan bahwa racun ini 3.000 kali lebih kuat daripada morfin untuk menghilangkan rasa sakit, tanpa efek samping seperti mual dan kecanduan.

2. Hiu

Meski terlihat halus, kulit hiu sebenarnya kasar. Sharklet Technologies tengah mengembangkan perangkat medis seperti kateter urin yang meniru tekstur kulit hiu untuk menangkal infeksi saluran kemih yang mengganggu sekitar seperempat dari  pasien yang menggunakan kateter selama seminggu atau lebih.

3. King Cobra

Satu gigitan dari King Cobra bisa membunuh manusia, tapi racun mematikan itu juga bisa jadi kunci penghilang rasa sakit kronis dan nyeri selama operasi. Profesor Manjunatha Kini dari National University of Singapore yang sedang mengembangkan senyawa ini, mengatakan racun ini bisa 20 sampai 200 kali lebih kuat dari morfin untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri.

4. Kutu

Sifat air liur kutu membuat pasokan makanan termasuk darah bisa mengalir lancar. Professor Manjunatha Kini di National University of Singapore sedang mengembangkan molekul terisolasi di air liur kutu yang berpotensi 70 kali lebih kuat dari pengencer darah alami di tubuh manusia.

5. Anemon Laut

Perusahaan bioteknologi Kineta sedang mengembangkan obat dari racun anemon laut untuk pasien dengan penyakit autoimun seperti multiple sclerosis. Racun yang dikeluarkan anemon laut untuk mencegah predator seperti lobster, mengandung senyawa yang disebut shk-186 yang mempengaruhi kalium di saluran tertentu dalam tubuh. Antibodi yang terikat di beberapa saluran tersebut mungkin bertanggung jawab terhadap kondisi autoimun. Obat ini juga bisa mengatasi obesitas karena mampu mengatur metabolisme tubuh.

6. Kodok Perut Api

Kodok kecil beracun ini mengeluarkan keringat bercampur racun saat dirangsang. Menurut Prof Christopher Shaw dari Queen’s University at Belfast School of Pharmacyi, dalam keringat terdapat protein yang membantu menyembuhkan luka. Peptida di dalamnya membantu pembentukan pembuluh darah. Racun ini bisa meminimalkan pertumbuhan jaringan parut dan mempercepat penyembuhan. Kurang dari setahun obat itu akan diuji coba pada manusia dan sudah siap dipatenkan di China serta Amerika Serikat.

7. Katak Monyet Lilin

Racun dalam kulit katak ini disebut bisa mengendalikan pertumbuhan pembuluh darah, angiogenesis, dan mungkin bisa menghambat perkembangan sel kanker. Masalah terkait pembuluh darah misalnya rusaknya retina karena diabetes dan rheumatoid arthritis karena pecahnya pembuluh darah hingga terjadi peradangan. Christopher Shaw dari Queen’s University at Belfast School of Pharmacy menyebut sifat anti-angiogenik katak ini terbukti bisa mengobati penyakit itu. Uji coba pada manusia dilakukan tahun ini.

Sumber: health.detik.com

Gravatar Image
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru / tentor pelajaran Biologi SMA. Ia juga seorang blogger aktif yang telah banyak menulis berbagai tutorial tentang blogging, komputer, dan teknologi. Karena kesibukannya mengurusi berbagai bisnis online, ia telah beristirahat dari kegiatan mengajar. Namun karena kecintaannya terhadap pelajaran Biologi, ia masih menyempatkan diri mengelola Biologi Media Centre ini.